By | May 12, 2015

Tadi malam mencoba menonton lagi film kartun serial Avatar The Last Airbender. Bagus, meski sudah kutonton berkali-kali. Lalu  tadi pagi kucoba membaca tulisan lama tentang film ini di sini. Tak nyana ternyata di situ ada komentar menarik. Komentar itu datang dari seseorang yang menyebut dirinya Hiro. Itu bukan nama asli, tentu saja.

Karena bagus, kuterbitkan komentarnya saja di sini. Ini akan sangat bermanfaat, saya yakin. Tulisannya kuperbaiki agar sesuai dengan EYD. Nah, siapapun si komentator bernama Hiro itu, saya ucapkan terima kasih banyak.


Ada beberapa hal yang menarik yang menurut saya adalah adaptasi dari hal-hal yang benar-benar ada/nyata, antara lain:

  1. Ketika para tetua biksu menguji Aang kecil dengan memperlihatkan barang-barang Avatar sebelumnya. Ini adalah metode yang sama yang digunakan oleh para biksu Tibet untuk menguji anak yang diramalkan adalah reinkarnasi Dalai Lama sebelumnya.
  2. Gyatso adalah nama asli dari Dalai Lama saat ini.
  3. Kuil udara semacam representasi dari kuil Lama Tibet sebagai kuil tertinggi di dunia, baik dari bangunan atau letaknya.
  4. Warna kostum biksu Pengelana Udara sama dengan jubah biksu Tibet.
  5. Kisah negara api yang menghancurkan semuanya, jadi semacam bentuk sindiran terhadap pemerintah China yang sejak dulu sampai sekarang ingin menguasai Tibet.
  6. Negara Api yang ber-setting China pada terletak di tengah, sesuai dengan pandangan China kuno bahwa negeri mereka adalah pusat dunia dan kalau bisa menyatukan semua negeri di bawah kekuasaanya.
  7. Adanya Guru Pathik dan nama “Bhumi” memperlihatkan pengaruh India dan Hindu pada agama Budha di China.
  8. Avatar Kyoshi yang memisahkan pulau seperti Jepang, negara kepulauan yang banyak mengadaptasi budaya China. Dan kisah kakinya yang besar juga sering muncul di cerita silat China tentang gadis-gadis cantik berkaki besar, salah satunya Mu Nian Chu, ibu dari YangGuo/Yoko.
  9. Awalnya aku selalu bertanya-tanya, kenapa ada elemen udara, tidak seperti konsep 5 elemen pada Taoisme: Tanah, Api, Air, Logam, dan Kayu. Namun ini terjawab pada episode “Rawa”, dan “Guru” yang njelasin kalau logam adalah bagian dari tanah yang dimurnikan. Sedangkan udara dan 3 elemen lainnya adalah 4 elemen yang biasa muncul pada budaya Eropa kuno.
  10. Nama “Piandaow”, guru pedang Sokka, adalah nama salah satu jenis pedang China.
  11. Kodok Beku termasuk legenda obat sakti di Dunia Persilatan dan pernah muncul di salah satu film kungfu lama (lupa judulnya).
  12. Di episode Rawa, ada pohon besar yang akarnya nyebar ke seluruh dunia. Bandingkan dgn Yangdrassil, Pohon Dunia dalam mitologi Skandinavia.
  13. Bibi Wu Si Peramal, di Shanghai, Beijing, atau pecinan2 besar, pasti banyak peramal kaya gini. Bahkan model rumahnya pun hampir sama.
  14. Kue Avatar yang tidak digoreng atau direbus. Mungkin terinspirasi dari sejarah kue Cakue pada masa Jendral YueFei dinasti Song (cuma dibalik).
  15. Kelompok “Teratai Putih” benar-benar ada. Mulanya cuma perguruan Taoisme, lalu berkembang jadi organisasi radikal. Awalnya saya lupa, tapi mereka berakhir pada masa dinasti Qing.
  16. Entah kebetulan atau tidak, jika Negara Api ber-setting budaya Han (Cina pusat dan selatan), sedangkan Kerajaan Bumi ber-setting budaya Manchuria (utara Cina), maka ini sesuai juga dengan jurus-jurus yang dipakai. Jurus Bumi yang banyak menggunakan hentakan kaki sesuai dengan Kungfu Shaolin Utara yang berupa tendangan. Jurus Api banyak menggunakan tinju sesuai dengan kungfu Shaolin Selatan (Wilayah Cina selatan lebih lembab, basah, dan tanahnya berlumpur, jadi para biksu mengembangkan teknik tinju, bukan tendangan)
  17. Nah, ini yang cukup mengejutkan dan berkesan bagi saya. Beberapa waktu lalu saya kebetulan menemukan informasi tentang Tibet. Masih ingat lukisan-lukisan Budha di dinding kuil Udara (yang udah jadi pabrik)? Di Lingkhor, Lhasa, ada lukisan batu cadas yang miriiip banget sama yang ada di kuil udara. Lalu ada juga bedug/genderang besar dengan gambar lingkaran mirip simbol Udara. Kenapa di serial ini biksu Udara adalah Pengelana/Nomaden? Karena orang tibet adalah orang2 Nomaden! Mungkin MD Dimartino terinspirasi buku “The Nomad” karya Gyalpo Tsering ttg kehidupan kaum nomaden Tibet. Sebagian wilayah ini juga masuk ke Nepal, sehingga selain Budha, ada juga pengaruh budaya India dan Hindu yang cukup besar. Jadi enggak heran dengan kemunculan Guru Pathik yang mengajarkan Chakra & Yoga.[]
  18. Terakhir, kata2 Kura2 Singa Raksasa selalu saya ingat, versi English di atas juga sudah saya terjemahkan & sesuaikan dgn ingatan dari versi dubbingnya. Kata2 yang bagus & mendalam. Sebenarnya Buddhisme bgt, untungnya banyak falsafah agama bumi (Hindu & Budha) yang netral dan bisa dipakai oleh berbagai kalangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *