By | April 19, 2016

taxi-tehran-film-review

Ini juga. Film apa pula ini? Orang-orang Iran memang suka bikin film yang aneh-aneh.

Taxi Tehran ini film dokumenter atau film apa? Dibilang dokumenter, tapi mereka yang tampil di film itu sebetulnya sedang akting. Dibilang bukan dokumenter, nyatanya pemeran utamanya Jafar Panahi yang sekaligus jadi sutradaranya.

Jadi ceritanya, Jafar Panahi ini tiba-tiba menyupir taksi. Tidak jelas pula kenapa dia tiba-tiba melakukannya. Padahal, siapapun tahu, Jafar Panahi adalah seorang sutradara terkenal. Dulu dia pernah bikin film The White Baloon yang sangat bagus itu.

Tapi tak lama kemudian, dia mendapat perlakuan tidak senonoh dari negaranya. Dia dilarang membuat film apapun. Alasannya juga cenderung mengada-ada: dia dianggap berkonspirasi dengan musuh negara. Sutradara kawakan begitu tiba-tiba dicekal kreativitasnya tentu sangat menyakitkan—apalagi yang mencekalnya adalah negaranya sendiri.

Nah, Taxi Tehran ini tampaknya adalah sebentuk protes atas keputusan tak masuk akal itu. Dialog yang dibangun di film terasa mengkritik pemerintah Iran yang apa-apa serba mereka larang. Segalanya serba dikontrol ketat. Tak terkecuali di bidang perfilman.

Selama durasi 81 menit, taksi Jafar Panahi mengangkut banyak sekali penumpang dengan pembawaan aneh-aneh. Ada seorang penjual CD bajakan yang mengaku bahwa pekerjaannya adalah kerja kebudayaan. Ada 2 orang ibu-ibu yang membawa ikan mas dan ribut-ribut di dalam taksi meminta Jafar Panahi segera mengantarnya ke entah kemana. Ada pula seorang aktivis perempuan yang bercerita tentang aksinya mengadvokasi perempuan yang dipenjara karena entah apa.

Yang sangat asyik adalah ketika Jafar Panahi menjemput keponakannya yang sangat cantik itu. Selain cantik, lucu pula. Hana namanya. Ada beberapa omongannya yang membuat penonton akan tertawa geli. Jika ini adalah akting, anak ini melakukannya dengan sangat baik sekali.

Film ini semakin mengokohkan keyakinan saya bahwa di Iran hal-hal sederhana diangkat dalam film dengan sangat bagus sekali. Kita tentu tidak akan lupa film Children Of Heaven yang bercerita tentang bocah luar biasa itu. Saya pernah mengulas Taste of Cherry yang bercerita tentang orang yang mau bunuh diri. Ada pula pernah saya ulas film yang sangat bagus pula, A SeparationSemua film Iran ini bercerita tentang hal-hal sederhana, sehari-hari, namun dengan kemasan yang ciamik dan pesan yang sangat mengena. Mereka mahir sekali.

Tak terkecuali Taxi Tehran ini. Melihat dunia hanya melalui ruang dalam taksi, dengan Jafar Panahi sebagai supirnya, tentunya sangat terbatas. Namun dengan cara begitu, dunia yang kelihatan adalah dunia sebagaimana diproyeksikan oleh Jafar Panahi. Ruang dalam taksi itu seolah menjadi alam pikiran Panahi dalam menyoroti Iran yang sedang mencekalnya itu. Cerdik sekali.

Melihat dunia dari dalam ruang taksi mengingatkan saya kepada film Vehicle 19. Hanya saja, jika Vehicle 19 menyoroti hal-hal besar, maka Taxi Tehran ini mempertontonkan hal-hal kecil dan remeh-temeh.[]

sumber gambar:
standard.co.uk

4 Replies to “Taxi Tehran”

  1. mfadel

    Selera nontonnya mantap…
    Saya mah sampe sekarang seringnya nonton hollywood doang hehe

    Reply
    1. mhilal Post author

      Film hollywood juga saya tonton koj, mas. Cuma saya lebih senang mengulas film non arus utama, lebih menantang 😀

      Reply
      1. mfadel

        Wkwk, ya ya…
        Udah nonton City of God? Film Brazil. Film non hollywood favorit saya tuh

        Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *