By | August 2, 2016

sword_of_the_stranger_by_Bad_Hound_18103

Bisa dibilang, hampir tidak ada hal baru di anime ini, namun hebatnya film ini tetap asyik ditonton.

Dari segi karakter tokoh utama, si Tanpa Nama atau Nanashi ini mirip-miriplah dengan Himura Kenshin dalam Samurai X. Coba lihat perbandingannya ini.

Nanashi adalah seorang ronin, demikian juga Himura Kenshin (latar Samurai X memang setelah penghapusan kelas sosial samurai).

Nanashi adalah tipikal jagoan pedang yang menyamar menjadi orang biasa, Himura Kenshin juga hidup keluyuran tidak jelas.

Nanashi mau menghapus masa lalunya yang kelam. Dulu ia adalah petarung yang disegani di medan perang, tergolong pembunuh paling keji. Dia digambarkan kerap terkejut karena bermimpi tentang masa lalunya sebagai pembunuh karena alasan absurd. Himura Kenshin pun begitu. Ia dahulu dikenal sebagai penjagal para penentang restorasi Meiji.

Karena trauma masa lalu ini, Himura Kenshin lebih suka memegang katana aneh, yaitu yang bilahnya terbalik: tajam di atas. Adapun Nanashi, karena alasan yang sama, mengikat mengikat sarung katananya ke gagangnya dengan kain putih bekas pakaian salah satu korbannya. Ketika ditanya untuk apa kain putih itu, Nanashi menjawab bahwa itu adalah doa.

Singkat kata, Nanashi adalah tipikal manusia yang menyesali masa lalunya, kemudian dia menjalani kehidupan selanjutnya dengan sebuah ikrar tentang jalan hidup yang baru. Di segi ini, Nanashi tidak ada bedanya dengan Himura Kenshin.

Di bidang musik latar pun ada kemiripan tertentu dengan film lain. Bagi yang sudah menonton film Brave Heart yang legendaris itu, musik latarnya tentu tak-terlupakan; sebuah musik yang sendu, namun menyiratkan getir tak tertahankan. Film Sword of the Stranger ini pun memperdengarkan musik latar (judulnya Aganai No Yuki) yang mirip sekali, berikut kesan-kesannya.

[soundcloud url=”https://api.soundcloud.com/tracks/157503330″ params=”color=ff5500&auto_play=false&hide_related=false&show_comments=true&show_user=true&show_reposts=false” width=”100%” height=”166″ iframe=”true” /]

Kalau terdapat adegan laga, terdengar musik latar (judulnya Rasatsu No En) yang mengingatkan saya akan film kartun serial Aang: The Last Airbender. Gendang dipukul dengan seru seolah dalam peperangan. Karakter kartun film ini pun mirip sekali serial Avatar Aang itu. Apakah para pekerjanya adalah orang-orang yang sama? Bisa jadi, belum bisa saya jawab.

Hadirnya Kotaro dan anjingnya, Tobimaru, barangkali merupakan pembeda film ini dari yang lain. Perjumpaan Kotaro dengan Nanashi yang tak disengaja menjadikan film ini begitu seru ceritanya. Cerita mereka menjadi tema utama dalam film: sebuah persahabatan yang mengharukan.

Kotaro adalah bocah yang diburu oleh orang-orang dari Ming (sebutan untuk bangsa Cina oleh orang Jepang pada masa itu). Kotaro hendak dikorbankan dalam ritual tertentu yang bisa membuat usia seseorang abadi. Kenapa Kotaro saja yang diburu? Bukankah masih banyak bocah lain di Jepang? Sebab dalam diri Kotaro mengalir darah Ming. Konon Kotaro adalah keturunan kaisar Cina. Persahabatan Kotaro dengan Nanashilah yang menjadikan upaya pengorbanan ini gagal.

Peran Tobimaru, si anjing, dalam film ini tidak bisa dianggap sekadar figuran. Anjing ini tergolong tokoh sentral yang tak kalah hebat ketimbang yang lain. Dalam kerangka tema utama film ini, persahabatan, Tobimaru adalah tipikal sahabat baik: mau berkorban untuk sahabatnya, menjadi penutup kelemahan sahabatnya, menjadi tumpuan di kala sahabatnya sedang kesulitan.

Demikian pula Kotaro bagi Tobimaru. Di saat Tobimaru tersayat senjata beracun, Kotaro resah dan sangat khawatir. Kotaro melakukan segalanya untuk kesembuhan temannya itu. Seorang bocah dan seekor hewan sepertinya memang paling pas untuk mengajarkan ketulusan. Semakin dewasa dan semakin menjadi manusia, tampaknya ketulusan makin mudah dipertanyakan.[]

8 Replies to “Sword of the Stranger”

      1. shiq4

        Iya itu film popular banget di internet. Tapi sampai sekarang cuma ada season 1 terdiri dari 24 episode.

        Reply
  1. Si Rakun Kecil

    Wow!

    Itu ekspresi saya mas, belum pernah nonton tapi ostnya epic dan penuh emosi banget. Dan bener aja abis baca sinopsis yg ditulis kebayang kerennya heheh

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *