16 Replies to “Pantai Pulomerah, Banyuwangi”

    1. mhilal Post author

      Wuaw…. Luar biasa! Jenengan sudah bikin novel lagi. Kok bisa produktif sekali sih, mas? Gimana rahasianya?

      Dengan senang hati saya akan mengulas novel jenengan ini. Sungguh dengan senang hati… 🙂

      btw, sugeng riyadi juga, mas. Mohon maaf lahir batin 🙂

      Reply
      1. atmokanjeng

        Alhamdulillah, mas… masih diberi selo oleh Allah… hehehe… sebenarnya kalau jenengan mau nulis pun, pasti lebih keren lagi…

        Dan terima kasih, dengan senang hati saya akan tunggu ulasan panjenengan mas… 🙂

        salam

        Reply
    1. mhilal Post author

      Betul. Ini Banyuwangi makin keren (y).
      Hei, saya mau kunjungi blogmu kok ndak bisa? Apa sudah pindah alamat?

      Reply
        1. mhilal Post author

          Betul. Rupanya link akun mbak vinda keliru. perlu diganti itu, biar bisa langsung dikunjungi balik pas komentar di blog temen.

          Reply
    1. mhilal Post author

      Betul, Mas. Ini tempat tergolong sangat bagus. Lebih bagus lagi kalau mas ghozaliq menyisihkan duit Rp. 20.000 buat naik perahu itu. Perahu itu akan keliling pulau merah dari jarak dekat.
      Sayang sekali saya kemarin tidak bisa dokumentasikan, sebab kecipak airnya lumayan deras. Khawatir ponsel saya rusak, terpaksa saya simpan di saku :mrgreen:

      Reply
      1. ghozaliq

        Nhaaaa….kata temen saya kalo ke situ gak ada angkutan umum ya mas?? Harus mbawa angkutan pribadi ya agar nyampe??

        Reply
        1. mhilal Post author

          Wah, soal itu saya kurang paham, mas. kemarin saya berangkat bareng-bareng, pakai bus kampus UBI :mrgree:

          Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *