By | May 24, 2017

Ngopi berkualitas di kafe wd

Sudah kubilang berkali-kali, adanya warung kopi berkualitas di daerahmu adalah anugerah. Di tempat seperti itulah hidupmu akan terasa berguna, asal tepat menjalaninya.

Di tempatku, di bilangan Kabupaten Malang bagian selatan, tepatnya Gondanglegi, sudah ada beberapa warung kopi yang menurutku berkualitas. Di antara yang beberapa itu adalah Kafe WD.

Di Gondanglegi, warung kopi tidak cuma surga buat menikmati kopi, namun seperti yang lain-lainnya, juga bisa jadi tempat rapat, menyepakati transaksi bisnis, bermain catur atau kartu, mengerjakan tugas sekolah atau kampus, atau hal sampingan lainnya. Tapi ada satu hal unik di sini: warung kopi jadi tempat mesum!

Ngopi berkualitas di kafe wd

Keunikan ini sempat heboh sebab Harian Radar Malang pernah meliputnya di berita utamanya (21 November 2016), dengan judul bombastis pula: Duh, Ada Kopi Cubit Di Kampung Santri. Sempat terjadi perbincangan gaduh di Grup FB Komunitas Peduli Malang. Ada yang terkejut, ada yang mengaku sudah lama mendengar kabar itu, bahkan ada yang mengatakan pernah ke warung-warung macam itu.

Aku tentu sudah mendengar kabar itu sebelum Radar Malang meliputnya. Dan aku jengah, juga mengkal. Warung kopi semacam itu harus dilawan!

Dan cara melawannya tentu musti elegan. Hadirnya kafe WD adalah salah satunya.

***

Ngopi berkualitas di kafe wd

Apabila kau di RSI Gondanglegi, melintaslah ke arah timur dari situ. Akan kau dapati SMK Muhammadiyah Tujuh. Nah, tidak jauh dari situ, akan kau temukan Kafe WD.

Kafe WD menyuguhkan nuansa santai bagi para pengunjungnya. Tempatnya diatur agar pengunjung kerasan dan nyaman berlama-lama di situ.

Di dinding bagian barat, terdapat tulisan-tulisan yang mengesankan kreativitas dan ide-ide baru. Beberapa di antaranya adalah kutipan buku Filosofi Kopi-nya Dewi Lestari. Sangat khas kaum muda.

Si pemilik warung sepertinya mengerti, para penggemar kopi kadang suka berlama-lama di warkop. Dengan demikian, penataannya harus benar-benar nyaman agar mereka merasa at home.

Menu yang ditawarkan juga terbilang beragam. Selain kopi, ada juga beberapa jus dan kudapan-kudapan ringan. Bicara soal kudapan, aku suka memesan Jamur Krenyes atau Tahu Krenyes. Menikmati kopi ditemani kudapan merupakan anugerah maha agung.

Warung ini juga dilengkapi dengan wifi gratis, seperti pada umumnya warung kopi. Nah, di sinilah kebijaksanaan perlu digunakan. Fasilitas wifi gratis kadang jadi tempat nongkrong anak sekolah untuk bermain game bareng-bareng. Lebih buruk lagi, nongkrong itu bertepatan dengan waktu sekolah. Mereka kadang kulihat bergerombol bahkan dalam busana seragam.

Kalau sudah begitu, lahirnya kafe semacam Kafe WD ini jadi kehilangan semangat yang diembannya. Dia menjelma menjadi masalah baru di tengah masalah warung kopi mesum.

Saran saya, Kafe WD perlu ditata agar menjadi tempatnya kaum muda kreatif, yang menghabiskan waktu di situ untuk berkegiatan positif. Sesekali ada baiknya diadakan pertunjukkan kreatif: musik-musikan, pameran fotografi atau lukisan, apresiasi sastra, atau bedah buku. Pokoknya diatur sebuah kesan bahwa Kafe WD adalah pusatnya anak muda kreatif, entah bagaimana caranya.

Di dekat Kafe WD terdepat SMK Muhammadiyah Tujuh yang sangat terkenal itu. Bukan tidak mungkin, bukan, Kafe WD menjadi tempat kegiatannya siswa-siswa di situ? Kafe WD bisa menjemput bola agar hal itu bisa terlaksana.

Dari upaya semacam itu, maka keberadaan Kafe WD sebagai media perlawanan kultural terhadap warung kopi mesum menjadi amat terasa. Kita tidak mungkin berusaha melindungi anak muda dari kemesuman semacam itu namun menjerumuskan mereka pada konsumerisme yang sia-sia. Kafe WD adalah salah satu harapan bagi masa depan Gondanglegi yang gemilang.

Wah, tulisannya jadi ke mana-mana ini.

Ngopi berkualitas di kafe wd

Baiklah, selanjutnya perlu kusampaikan sebuah kritik. Tentu harus ada kritik agar Kafe ini makin terasa nyaman bagi pengunjung. Kritik itu adalah soal toilet. Ya, toilet.

Toilet di Kafe WD rupanya belum terasa nyaman, dari segi kebersihan dan ketersediaan air. Beberapa kesempatan kudapati, krannya mampat tidak mengalir. Hal ini menyebabkan pengunjung harus mencari toilet ditempat lain untuk memenuhi hajatnya.

Juga rupanya, toilet itu tidak diatur agar bisa digunakan buat berwudu. Krannya terlalu rendah, juga tak ada bak mandi, cuma timba sebagi pengganti bak air. Ini tentu agak mengecewakan sebab pengunjung tidak bisa ambil wudu di situ bila sewaktu-waktu mereka mau menunaikan salat. Sepertinya, Kafe WD perlu pula menyedeiakan tempat khusus agar pengunjung bisa salat di situ.

Sepelembaran batu ke arah selatan terdapat musala umum milik tetangga. Pengunjung Kafe WD biasanya ke musala tersebut untuk menunaikan salat.

Apabila Kafe WD bisa menyelesaikan urusan toilet dan tempat salat itu, aku yakin Kafe WD akan menjadi tempat yang nyaman untuk bersama-sama berpikir dan beraksi di soal bagaimana memperbaiki kualitas masyarakat kita. Secara kultural tentunya. Secara kultural.[]

12 Replies to “Ngopi Berkualitas Di Kafe WD”

  1. lalativ

    haloo, beh umak ki ngawe boot like kah? kok tiap ak like post an mu awakmu langsung otomatis like tulisanku ndeg waktu yg bersamaan. ato kita ada kemistri?

    Reply
    1. mhilal Post author

      Opo iku boot like iku, sam. Gak ngerti aku opo kamsute. Pokok neng ono konco seng ngelike, aku langsung tak like balik. Mungkin itulah yang disebut kemistri, sam wkwkwk

      Reply
  2. Bang Ical

    Gambar ketiga, kentara sekali itu ada di Malang Selatan 😊

    Bang, cobalah sercing di gugel, “Repvblik Syruput”. Itu anugerah di Mataram 😁

    Reply
    1. mhilal Post author

      Haha, benul, bang. Ladang tebu! 😄
      Wow, repvblik syruput keren bang. Bang Ical terlibat di situ?

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *