By | September 8, 2016

Kali ini saya mulai kena batunya. Mengurus blog sendiri saja kelabakan, ini malah nggaya ikut mengurus blog lain. Kepala saya mulai ngelu untukย bagi waktu

Sejak awal, saya adalah pengelola curusetra.wordpress.com. Kini blog itu berganti nama menjadi mhilalblog.wordpress.com, dengan harapan namanya lebih mudah diingat dan lebih self-branding. Tapi belakangan keputusan mengganti nama ini ceroboh, sebab seiring bergantinya nama, statistik blog saya seperti baru lagi. Nasi sudah jadi bubur, sesal pun tak bisa mengembalikan statistik blog.

Blog kedua yang saya kelola adalah amanahru.blogspot.com. Ini semacam blog keroyokan, diisi oleh banyak kontributor. Sekelompok mahasiswa di Yogyakarta, termasuk saya, menyepakati bikin blog untuk diisi bareng. Lumayan asyik juga mengelola blog secara begitu. Serasa lebih greget.

Terakhir, saya bersama teman-teman mahasiswa mengelola laman web UKM LPM kampus. Domainnya adalah lpmplatinum.alqolam.ac.id. Selaku pembimbing, saya jadi merasa punya kewajiban moral untuk turut menulis di situ, padahal sebetulnya web itu adalah wadah menulis anggota LPM.

Setelah dipikir-pikir, bagaimana saya bagi waktunya untuk menulis konsisten di tiga blog itu? Ampun, rasanya kok makin banyak saja tempat yang harus saya tulis. Disiplin diri harus jadi lebih ketat. Perlu tekad untuk tidak mudah mengasihani diri sendiri. Perlu dipaksa, perlu dikerasi agar disiplin.

Nah, ini dia tantangannya. Disiplin. Kerja lebih keras lagi.

Di satu sisi ini adalah tantangan. Di sisi lain, tampaknya ada benarnya juga kalau saya kena batunya.[]

39 Replies to “Kena Batunya”

    1. mhilal Post author

      Ini memang tulisan ringan, yus. Kalau yg serius-serius sy muat di tempat lain. Mantap, blogmu sudah ok banget skrg

      Reply
  1. Wadiyo

    lumayan Mbak, gak usah latihan di gym.
    tangan bisa olah raga ๐Ÿ™‚

    Bagaimana cara membagi waktunya ya Mbak, kapan waktu yang sering digunakan untuk menulis?
    thank

    Reply
    1. mhilal Post author

      Terus terang saya kesulitan mau bagi waktunya. Hingga kini belum bisa konsisten. Ini blog saja sudah sebulan lebih belum ada tulisan baru…

      Omong-omong, saya bukan mbak-mbak, tapi mas-mas pak wadiyo hehe

      Reply
  2. Rosanna Simanjuntak

    Bagai disentil, berbagi atau statistik?
    … lalu aku kembali menata niat.
    Yang utama harus menulis dari hati, agar sampai ke hati. Itu penting, menurutku.
    Gitu aja. Hahaha…

    Reply
    1. mhilal Post author

      hmm.. itu juga akan berguna bagi saya, soal niat itu. Trims atas kunjungannya, rosanna ๐Ÿ™‚

      Reply
  3. mulyasaadi

    Biasanya, blog yang ada bau tanggung jawab sosialnya diprioritaskan he he. Kena batunya deh. Semangat Pak, baru kena batu kok, paling benjut, bukan kena rudal :mrgreen:

    Reply
    1. mhilal Post author

      Wuih, ada yg lebih gawat ketimbang kena batunya ya… hehe
      Trims banyak, mulyasaadi ๐Ÿ™‚

      Reply
    1. mhilal Post author

      Awal kumpul dulu, kami mau membuat buletin cetak yang diisi oleh segenap anggota. Saya usulkan membuat blog saja, sebab tidak perlu urunan buat cetak buletin. Lagipula, sekarang blog bisa dibaca di gawai (masing-masing anggota punya gawai sendiri-sendiri). Ternyata mereka setuju ๐Ÿ˜€

      Reply
  4. rumahijaubelokiri

    Haha sama nih, sayah juga mengelola blog lain terus jadi banyak yang cuma di draft doank. Oo statistik hilang yah, sempet mau ganti alamat juga nih

    Reply
    1. mhilal Post author

      Saya mengganti dari domain gratis ke sesama domain gratis, mbak. Jadinya, secara statistik, blog kita jadi seperti baru lagi.

      Saya belum tahu kalau gantinya dari domain gratis ke domain berbayar hehe

      Reply
    1. mhilal Post author

      Nah, ini sudut pandang menarik. Semakin banyak mengelola blog berarti semakin sering latihan. Bisa bikin motivasi ini. Jadi saya akan mengelola blog lebih banyak lagi…

      lho?? :))

      Reply
  5. rini

    Dan aku jadi scroll ke bawah blog ini. Menurutku menarik dan berisi. Kalau aku nulis suka suka ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    Reply
    1. mhilal Post author

      Trims sudah membaca, Rini. Semoga bermanfaat. Tulisan suka-suka juga berisi kok, tergantung sudut pandangnya kan ๐Ÿ˜‰

      Reply
  6. rini

    Aku kemarin juga ganti nama blog. Aku awam banget padahal soal ginian. Ada yang bilang aku ini blogger pemalas. Maunya cuma nulis aja nggak memerhatikan ini itu. Belum lagi domain..tapi aku kira itu kembali ke tujuan ngeblog masing masing ya. Kalau niatnya berbagi ya pasti adalah pengunjung yang setia..pasti ada berapapun itu.
    Aku termasuk yang nggak terlalu memaksakan belajar membuat konten menarik dan sejenisnya (dasarnya aku pemalas hahaha). Jadi aku nulis ya nulis aja.nggak mood ya nggak nulis hahaha.
    Samaa sih. Ini sebulanan blog ku karatan kali ya, ngga diisi sama aku hahaha.
    Ayo semangat. Mahasiswa jogja harus semangat. Ada lho yang orang jogja belum beruntung jadi mahasiswa di kotanya sendiri (lho malah melenceng topik) Ayo semangat menulis :’)

    Reply
    1. mhilal Post author

      Sepertinya benar, saya harus mereset orientasi ngeblog saya, apa statistik atau berbagi. Rasanya kalau orientasinya lebih ke berbagi (tanpa mencegah diri belajar “ini-itu” dalam ngeblog), beban statistik menurun itu tidak akan terlalu mengganggu ya.

      Oh, jadi rini ini tergolong yang mana, org jogja yang kuliah di kotanya sendiri atau belum? Saya bayangkan, jadi orang jogja itu tidak perlu kuliah, sebab semua penduduknya sudah berpendidikan semua. Apa2 jadi serba asyik di sana :))

      Reply
      1. rini

        hehe iya, aku tergolong yang pertama. tapi ngga seperti itu kalau yang aku rasain. memang asyik disini, tapi mungkin aku yang terlalu diem aja atau gimana, rasanya jogja sebagai kota pelajar kok nggak seindah yang aku bayangin. kalau kitanya nggak yang kesana kemari. Terutama soal berteman. kayak ada batasan gitu.

        Reply
  7. belalang cerewet

    Bisa dibayangkan repotnya, Mas. Selain di wp, saya juga punya blog di blogspot yang sangat menyedihkan karena berisi segelintir tulisan. Belum lagi belakangan sok-sokan daftar jadi member blog komunitas gitu. Walhasil, memang tidak terkelola dengan baik. Tapi belum kena batunya, hehe.
    Harusnya seperti Anda tidak perlu ikut nulis terlalu rutin, cukup mengontrol saja. Blog saya yang wp juga anjlok statistiknya setelah pindah domain berbayar. Ya nasib…

    Reply
    1. mhilal Post author

      Wah, rupanya yang mengalami pengalaman begitu tidak cuma saya ya. Mas Belalang adakah kiatยฒ yg bisa saya manfaatkan biar saya tetap konsisten gitu? Hitungยฒ berbagi pengalaman, mas hehe

      Reply
      1. belalang cerewet

        Enggak ada kiat yang jitu, Mas. Kalau saya sih ngakalinnya dengan bikin posting terjadwal. Pas ada ide, langsung tulis di aplikasi WP di ponsel. Catat terus yang terlintas di mana pun. Tanpa ada internet juga oke. Selain itu, ya kembali ke tekad dan komitmen sih. Yang memang susah juga bagi saya hehehe.

        Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *