By | June 10, 2015

Namanya saja sedang iseng dan menganggur, ada-ada saja yang dikerjakan. Dan di kolong langit ini, semua orang akan melakukan hal-hal aneh saat tidak bisa tidur pas malam hari. Penganggur sejati adalah mereka yang sedang tidak bisa tidur.

Seperti semalam. Jam 2 malam, saya masih belum bisa tidur. Tiba-tiba, muncul kicauan seperti ini:

Berkat malam,
kita bisa tirah dan terpejam,
bersama lelah dan mabuk-mandam,
bersama cinta dan rindu-dendam,
di tengah kota yang muram.

Tiba-tiba, saya tersentak. Apa-apaan ini? Rima “am” ini ternyata unik. Semua berakhiran bunyi “am”, namun kesan yang saya tangkap sama. Lalu, saya coba mengingat kata-kata yang berakhiran bunyi serupa. Saya mendapatkan kata-kata ini:

dendam, suram, malam, kelam, muram, runyam, pendam, diam, selam, karam, redam, silam, hitam, masam, rajam, mandam, dll.

Kata-kata itu kutulis di media sosial. Seorang teman lantas menambahkan beberapa:

Kusam, kejam, hantam, rajam, haram.

Semua masih memiliki kesan yang juga serupa. Nah, ini makin menarik. Kesan yang sama maksudnya adalah hal-hal yang tidak enak, tidak diinginkan, dijauhi. Singkatnya, kesan negatiflah.

Tak pelak, saya makin menjadi-jadi menelusuri kata-kata lain yang berakhiran bunyi “am”. Saya upayakan menemukannya di rak ingatan saya. Saya urut satu-satu, seteliti-telitinya. Saya juga minta bantuan teman-teman di dunia maya. Hasilnya, saya sudah mengantongi kata-kata ini:

lebam,
kecam,
dendam,
gendam,
mandam,
padam,
pendam,
redam,
genggam,
logam,
ragam,
geraham,
saham,
hujam,
kejam,
rajam,
tajam,
bekam,
cekam,
bungkam,
makam,
tikam,
alam,
dalam,
islam,
malam,
kelam,
kolam,
pejam,
pualam,
salam,
selam,
silam,
sulam,
tenggelam,
demam,
gumam,
anyam,
enam,
senam,
tanam,
satpam,
curam,
deram,
eram,
geram,
haram,
karam,
keram,
seram,
siram,
suram,
muram,
tiram,
asam,
masam,
hitam,
pitam,
ayam,
zamzam,

Kesimpulan. Hasil penelusuran saya, tidak semua kata yang berakhiran bunyi “am” mengandung kesan negatif. Ternyata, banyak juga kata-kata yang kadungan maknanya positif.


Tambahan.
Rupanya seiring bertambah hari, kata-kata baru tiba-tiba muncul di benak saya. Saya mendapatkan beberapa kata berikut:

langgam, ketam, khatam.

tidak tertutup kemungkinan, nanti akan muncul lagi beberapa kata lagi. Ya siapa tahu.

Seorang teman membalas kicauan saya begini:

Asal tahu saja, bung @GDAEstring ini seorang violin jagoan. Saya tidak paham apa itu natural minor, tapi saya mengira itu masih berhubungan dengan dunianya, dunia musik. Jadi mulailah saya mencari frase itu di laman Wikipedia Bahasa Inggris. Ternyata rumit, sulit saya pahami apa maksudnya dan apa kaitannya dengan balasan bung @GDAEstring di atas.

Beruntung, di Wikipedia Bahasa Indonesia, saya mendapatkan keterangan begini:

Ciri-cirinya adalah:
~ Bersifat sedih
~ Kurang Bersemangat
~ Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada La = A
~ Mempunyai pola interval : 1, ½ , 1 , 1 , ½ , 1 , 1

Nah loh, bersifat sedih dan kurang bersemangat. Apa-apaan ini?[]

11 Replies to “Kata-kata Berakhiran Bunyi “am””

  1. Pingback: Referensi Baru Belajar Bahasa Indonesia | Kurusetra

  2. Pingback: Refrensi Baru Belajar Bahasa Indonesia | Kurusetra

  3. kutukamus

    dam
    ulam
    kalam
    cergam
    legam
    propam
    balsam
    amalgam
    garam
    bantam
    antispam
    gram
    . . .

    Dari yang terakhir bisa banyak sekali:
    kilogram, anagram, audiogram, radiogram. . .

    Pokoknya masih banyak ‘macam’ 😀

    Reply
  4. mastur songenep

    alam, azam, kram, hantam, siram, sulam, karam, ayam, adam, ini semua dah ada pa blm, so aku baca postingannya mata gak kuat banyak banget kat yg akhiran “am” hihihi

    Reply
    1. mhilal Post author

      Azam dan adam tidak ada, mas.
      Wah, Mas Mastur berhasil menyumbangkan dua kata sekaligus. Yey! 😀

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *