By | November 15, 2016

sacha_stevenson

Di Youtube.com, tidak akan sulit kamu mencari nama Sacha Stevenson, seorang vlogger bule asal Kanada. Sacha selalu membuat video-video pendek berbahasa Indonesia yang lucu dan asyik. Kebanyakan isinya adalah serba-serbi pengalamannya sehari-hari yang didapatnya selama tinggal 12 tahun di Indonesia. Namanya terbilang kondang sebagai vlogger perempuan di Indonesia. Namun, bukan video-videonya yang akan kuceritakan kepadamu di sini, melainkan salah satu wawancaranya di saluran televisi swasta kita.

Di situ, Sacha ditanya tentang apa yang dia harapkan dari Indonesia. Sacha menjawab, β€œSaya tidak ingin Indonesia berubah.” Penjelasannya begini: Sacha suka takjub melihat orang Indonesia menjual secara asongan di pinggir jalan; sate, nasi goreng, bakso, martabak, roti bakar, atau apapun lah. Hanya dengan membuat gerobak sederhana dan menjual makanan-makanan sederhana itu, orang Indonesia sudah mendapat pekerjaan sendiri. Itu menakjubkan bagi Sacha.

Pemandangan seperti itu tidak akan dia temukan di Kanada. Setiap membuka usaha sendiri, izinnya ribet sekali dan tidak akan didapat dengan mudah. Dan kalau kamu tidak punya pekerjaan, kamu tinggal pergi ke pemerintah dan mengaku sedang tidak punya pekerjaan, seketika itu kamu akan dikasih duit. Sacha Tidak suka hal itu. Kenapa? Sebab itu sama saja mengemis ke pemerintah. Dan mengemis kepada pemerintah tidak akan kau temui di Indonesia.

Artinya apa? Artinya, Sacha ingin mengatakan bahwa masyarakat Indonesia sebenarnya sangat independen dan tidak begitu tergantung kepada pemerintah. Independensi itu ditunjukkan dengan bekerja secara informal (tanpa izin dan surat resmi dari pemerintah). Ada memang yang mengemis di jalanan, itupun hanya perkecualian dan terlihat di kota-kota besar. Mereka melakukannya karena benar-benar tidak punya modal. Di perkampungan, pengemis tidak akan mudah ditemukan. Dengan demikian, perkampungan adalah pemandangan asli independensi masyarakat kita.[]

sumber gambar: di sini.

12 Replies to “Independen”

  1. Poetry Ann

    Orang asing banyak yang memandang Indonesia menakjubkan, sayangnya banyak orang Indonesia yang justru maemaki-maki Indonesia. πŸ˜€

    Reply
    1. mhilal Post author

      Setuju, Ann. Ada banyak hal indah yg tertutupi di mata kita dari negeri ini. Jadi kayaknya itu tergantung setting pandangan kita 😁😁

      Reply
  2. ysalma

    Kesimpulannya, betapa tangguhnya masayarakat Indonesia ya. Baiknya pemerintah juga melihat dari perspektif ini.

    Reply
    1. mhilal Post author

      Saya juga baru sadar sehabis nonton wawancara itu, prita, para pedagang asongan itu adalah pekerjaΒ² bermartabat….

      Reply
    1. mhilal Post author

      Nah, itu dia. Dalam pandangan kita yg org indonesia, bukankah begitu itu enak ya, mas, apa² sudah disediain sama perintah? Bahkan nganggur pun ndak boleh susah 😁😁

      Reply
  3. tuaffi

    saya setuju yang bagian independen terhadap pemerintah. tapi di perkampungan tidak terdapat pengemis itu nggak. πŸ˜€
    di sini kecamatan kecil tapi pengemis datang silih berganti dari rumah ke rumah. πŸ™ kadang sedih aja, kita kerja seharian dia mondar mandir jualan iba. gitu kadang malam- malam ketemu pengemisnya belanja di alfamart naik motor baru. -.- yyuh.. rasanya tuh nggak ikhlas aja. tapi mau nolak dengan nggak kasih uang juga nggak tega.

    Reply
    1. mhilal Post author

      Nah, cerita tuaffi ini membuat saya berpikir untuk mengoreksi tulisan saya sendiri. Betul juga, independensi itu soal mindset ya. Di tengah keadaan yang gampang begini, ada saja orang yang mindsetnya pengemis dalam arti harfiah πŸ™‚

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *