By | Februari 19, 2017

Ibadah_puisi

Semalam istriku membacakanku puisi.

Aku pinjam sebuah antologi puisi kepada seorang teman. Antologi itu adalah Baju Bulan, karya Joko Pinurbo. Kubawa pulang buku itu dengan perasaan senang karena mendapat bahan bacaan baru.

Setiba di rumah, kusodorkan buku itu agar dilihat istriku. Dia mengamatinya, membolak-baliknya, lalu membuka-buka halamannya.

Begitulah. Akhirnya, dia membaca puisi itu dengan suara lirih. Aku berbaring di ranjang, menyimak dan mengamatinya. Pertunjukan itu tak ubahnya seperti sebuah acara apresiasi puisi, dengan istriku sebagai pembacanya. Aku terkesima. Terpesona. Kuelus-elus lengannya yang sedang memegang buku itu.

Lalu dia sampai pada sebuah judul: Winternachten. Dia terkejut dengan pengabisan liriknya:

Menggigil adalah menghafal rute/menuju ibukota tubuhmu.

Kami bersitatap sambil berbalas senyum.[]

21 Replies to “Ibadah Puisi”

    1. mhilal Post author

      Oh, betul, Bang. Judulnya Baju Bulan. Sudah saya perbaiki. Trims banyak koreksinya.

      Hei! Bang Ical balik lagi ke jagad wordpress? Wah, bakal ramai lagi ini. Mantap, Bang. Hehe

      Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *