Author: mhilal

Bung Rudi

  “Selamat pagi, komandan!” Aku sontak menoleh ke asal suara. Si pemilik suara tentu sudah kukenal baik, sebab logat, diksi, dan frequensi getarannya sudah amat akrab di telingaku. Dia memarkirkan sepeda motornya di halaman kantor Diniyah, menyunggingkan senyum kudanya, lalu masuk ke…Read More »

Selera Humor Is’ad

Is’ad akhirnya menuntaskan kewajibannya, tepat sebelum ia meninggal dunia. Kewajiban-kewajiban itu sempat membuatnya jadi objek su’uzon, terutama olehku yang berpikiran sempit. Dalam waktu yang sangat singkat, juga dengan caranya yang elegan, Is’ad menunjukkanku bahwa pikiran di kepalaku ini amatlah bebalnya. Setiap habis…Read More »

Taman Wisata Edukatif Milkindo

Oleh sebab hari ini adalah akhir pekan, seperti yang sudah kuduga Taman Wisata Milkindo sangat ramai pengunjung. Ramai sekali, tak ubahnya seperti pasar malam. Lokasinya terletak di desa Tegalsari, Kepanjen, Malang. Cuma 7,7 km dari rumah, 15 menit perjalanan dengan sepeda motor. …Read More »

Jurnalisme dan Kesadaran Gender

Sebuah koran lokal memuat berita yang mengundang rasa penasaran, menggelitik, dan cenderung bombastis. Judul yang tertera di situ terpampang mencolok: “Ada 9.259 Janda Baru di Malang Raya.” Yang terbayang dalam benak adalah: perceraian di Malang amat tingginya. Tapi, yang tak disadari oleh…Read More »

Pedoman Amar Makruf Nahi Munkar

Berikut ini adalah himbauan K. H. Ahmad Basyir AS, Pengasuh ┬áPondok Pesantren Annuqayah, Sumenep, Madura, kepada segenap ┬ákaum Muslim di Indonesia agar meneladani para rasul dalam melakukan amar makruf nahi munkar. Himbauan ini amat relevan dengan situasi terkini, yakni ketika kita sangat…Read More »

Tandangan Pertama ke Alun-alun Malang

Berkunjung ke alun-alun Kota Malang ternyata cukup mengejutkan juga. Ternyata situasinya sangat menyenang. Asyik juga tempat itu. Sebetulnya, terkejut dengan keadaan alun-alun kota itu agak keterlaluan juga. Aku kan putra daerah, tapi baru kali tadi mengunjungi alun-alun. Lagi pula, sudah lama sekali…Read More »

Menilai Novel Tere Liye

Ini sebetulnya soal selera saja. Jika ada penggemar Tere Liye melihat gambar di atas, anggap saja kita cuma beda selera, tidak kurang tidak lebih. Tapi tulisan di gambar itu bukan tulisan saya. Ponakan saya, yang kini sedang sekolah kelas VI Madrasah Ibtidaiyah,…Read More »